Khamis, 19 Ogos 2010
Sabtu, 14 Ogos 2010
Perasmian Abraj Al-Bait, pencakar langit di Kota Makkah
Abraj Al Bait : Menara Jam Besar Makkah dirasmikan 1 Ramadhan 1431
INI FAKTA YANG LEBIH MENARIK !!. MAKKAH TERLETAK DI PUSAT DUNIA DAN MENARA JAM INI AKAN MENJADI WAKTU STANDARD GREENWICH MEAN TIME (GMT)
Sumber Mymetro
MAKKAH: Umat Islam seluruh dunia boleh merujuk waktu di negara masing-masing apabila jam terbesar di dunia akan mula berdetik di menara bangunan pencakar langit di Makkah.
Menara jam yang dibina di bangunan kedua tertinggi di dunia itu akan menjadikan Makkah sebagai rujukan waktu standard dunia berbanding waktu median Greenwich.
Kiamat kian Hampir.. Semoga Ramadhan ini yang terbaik.
Dipetik daripada suraukini.blogspot.com
Khamis, 12 Ogos 2010
Refleksi Ramadhan : Sikap Manusia Dalam Menyambut Ramadhan
2 Ramadhan 1431H.Oleh : Syaikh
RENUNGAN KE-2
Sikap Manusia Dalam Menyambut Ramadhan
Dalam hal ini ada dua golongan:
Golongan Pertama, berbahagia dan merasa senang dengan kedatangannya. Hal tersebut karena beberapa faktor:
Mereka telah terbiasa melaksanakan puasa dan mereka melakukannya dengan lapang dada, oleh karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan puasa sunnah Senin & Kamis, puasa Arafah, puasa Asyura’, Ayyamul Baidh (Tgl. 13,14,15) di setiap bulan, dan sebagainya, agar umat terbiasa dan berbekal dengan ketakwaan.
Pengaruhnya sangat jelas. Kita lihat orang yang biasa melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Baidh, dia tidak merasa berat, capek dan lelah di saat melaksanakan puasa Ramadhan. Berbeda halnya dengan orang yang tidak pernah sama sekali melaksanakan puasa sunnah.
Berikut ini, kisah nyata para Salafus Shalih akan semangatnya dalam melaksanakan nawafil (ibadah sunnah).
Diceritakan ada seorang salaf menjual hamba sahaya perempuan kepada seseorang, ketika tiba bulan Ramadhan ia (majikan baru) menyambutnya dengan aneka makanan dan minuman sebagaimana lazimnya orang, ketika hamba sahaya melihat hal tersebut ia bertanya, “Kenapa tuan lakukan seperti ini?” keluarganya menjawab, “Untuk menyambut Ramadhan.” Seketika ia berkata, “Tidakkah kalian berpuasa selain di bulan Ramadhan? Demi Allah saya datang dari suatu kaum yang hari-harinya penuh dengan puasa laksana bulan Ramadhan, saya tidak butuh kalian, kembalikan saya kepada mereka.” Akhirnya dikembalikan ke majikan yang pertama.
Diriwayatkan bahwa Al-Hasan bin Shalih seorang ahli zuhd, ahli wara’ dan orang yang bertaqwa, ia senantiasa bangun malam, dan membaginya kepada tiga, untuk dia, saudaranya dan ibunya. Ketika ibunya meninggal ia membaginya kepada dua waktu dia dan saudaranya, ia melaksanakan shalat malam di waktu ini, dan saudaranya melakukannya di waktu yang berbeda. Ketika saudaranya meninggal maka ia melakukannya di sepanjang malam.
Diriwayatkan pula bahwa Al-Hasan bin Shalih ini memiliki seorang hamba sahaya perempuan, satu saat ia menjualnya kepada orang lain, tatkala tengah malam ia berteriak, “Hai kaum, ayo shalat malam.. ayo shalat malam..” maka bangunlah mereka sambil bertanya, “Sudahkah tiba shalat Fajar?” “Apakah kalian hanya melakukan shalat wajib saja?” jawabnya. Di pagi harinya ia kembali ke Al-Hasan bin Shalih sambil berkata, “Tuan telah menjual saya ke satu kaum yang jelek yang tak pernah shalat dan puasa kecuali yang wajib saja. Ambillah saya!”, maka tuannya mengambilnya kembali.
Mereka meyakini bahwa menahan diri dari segala kenikmatan dunia adalah salah satu faktor untuk meraih kenikmatan akhirat. Tidak makan dan minumnya orang yang berpuasa serta berhubungan suami istri sepanjang Ramadhan karena ketaatannya kepada Allah, akan menjadi sebab untuk meraih kenikmatan yang abadi di surga. Dengan keyakinan inilah mereka berbahagia dengan kedatangan bulan yang mulia ini.
Sebaliknya, mereka yang terlena dengan kenikmatan dunia yang tidak memperdulikan halal dan haramnya, itu akan menjadi faktor tidak dapatnya kenikmatan yang hakiki nanti di akhirat. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَشْرَبْهَا فِي اْلآخِرَةِ إِلاَّ أَنْ يَتُوْبَ.
“Barangsiapa yang di dunianya biasa meminum khamer, dia tidak akan meminumnya kelak di akhirat, kecuali dia bertaubat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Haram bagi dia minum khamer di akhirat sekalipun masuk surga sebagai sangsi dan mempertegas akan haramnya khamer.
Di dalam hadits lain dikatakan,
مَنْ لَبِسَ الْحَرِيْرَ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَلْبَسْهُ فِي اْلآخِرَةِ.
“Barangsiapa yang di dunianya biasa memakai baju sutera dia tidak akan memakainya kelak di akhirat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Mereka memahami bahwa Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan ketaatannya kepada Allah, dan berpacu dalam kebaikan, mereka juga mengetahui bahwa pahala yang Allah sediakan di bulan mulia ini lebih besar dari bulan lainnya. Maka tidak ada kebahagiaan yang mereka rasakan di saat datangnya bulan yang mulia ini, sebagaimana datangnya kekasih yang telah lama pergi, atau lebih dari itu.
Demikianlah golongan pertama dalam menyambut Ra-madhan.
Golongan kedua: Merasa berat dan tersiksa dengan kedatangan Ramadhan, seperti kedatangan tamu yang tidak ia cintai, menghitung jam, hari dan malamnya. Menunggu-nunggu berakhirnya Ramadhan dengan keluh kesah, merasa senang dengan hari-hari yang telah dilaluinya, terutama menjelang Idul Fitri, karena tak lama lagi ia akan meninggalkannya. Hal tersebut karena beberapa faktor di antaranya:
Mereka telah terbiasa dengan kenikmatan dunia dan syahwatnya, berfoya-foya dengan makanan dan minuman serta lainnya, bahkan dengan hal-hal yang dilarang, maka di saat datang bulan Ramadhan terhalanglah keinginan hawa nafsunya dan kebiasaannya.
Mereka terbiasa santai dan taqsir (menganggap sepele) dalam taat kepada Allah. Ada yang menyepelekan kewajibannya seperti shalat, maka ketika di bulan Ramadhan tidak ada yang mereka lakukan kecuali hanya sebagiannya saja, kalaupun mereka pulang pergi ke mesjid untuk melaksanakan shalat dan berpuasa bersama orang-orang lain, mereka melakukannya dengan berat dan keluh kesah.
Berkata budak milik Harun Ar-Rasyid di saat menghadapi bulan Ramadhan:
Bulan puasa memanggilku –bukan sembarang bulan–
Aku tidak berpuasa selama sebulan.
Seandainya manusia memusuhiku untuk melawan bulan.
Maka aku mengajak kaumku untuk memusuhi bulan puasa.
Pada saat Ramadhan tiba, ia kena penyakit ayan, setiap harinya ia pingsan, sampai akhirnya ia meninggal sebelum menyelesaikan bulan Ramadhan.
Demikianlah keadaannya orang-orang yang merasa sesak dan berat dengan Ramadhan, mereka akan terus dihantui dengan kenikmatan dunia yang selama ini mereka dapatkan, dan akan beriltizam (melaksanakan) dengan sebagian ibadahnya saja. Hal tersebut karena lemahnya keyakinan mereka terhadap apa yang Allah janjikan untuk orang-orang yang beriman, dan tidak adanya sambutan mereka terhadap keutamaan bulan yang mulia ini; pahala yang banyak dan juga yang lainnya. Maka tidaklah heran bila mereka tidak bergembira dengan tamu Allah yang agung ini, sebagaimana kenikmatan yang dirasakan oleh orang-orang mukmin yang benar.
Khamis, 5 Ogos 2010
Rabu, 4 Ogos 2010
Kelantan Tetapkan Zakat Fitrah RM7 Tahun Ini
22 Syaaban 1431H.
KOTA BARU: Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan (MAIK) menetapkan kadar bayaran zakat fitrah tahun ini RM7, iaitu naik 10 sen berbanding tahun lalu.
Timbalan Yang Dipertua MAIK, Datuk Kamaruddin Mohd Zin berkata, keputusan itu dibuat oleh Majlis Fatwa Ulama MAIK sebelum ini selepas mengambil kira harga semasa beras yang menjadi makanan umat Islam di negeri ini.
Dengan pengumuman itu, Kelantan adalah negeri kedua selepas Pahang yang mengisytiharkan kadar bayaran zakat fitrah di seluruh negara.
Tarikh Lihat Anak Bulan Puasa Selasa, 10 Ogos
22 syaaban 1431H.
KUALA LUMPUR: Tarikh melihat anak bulan bagi menentukan permulaan puasa bagi umat Islam di seluruh Malaysia ialah petang Selasa, 10 Ogos bersamaan 29 Syaaban 1431 Hijrah.
Menurut kenyataan Pejabat Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja Malaysia, Majlis Raja-Raja, tempat melihat anak bulan pada malam tersebut adalah Pontian Kecil di Johor; Kompleks Falak Al-Khawarizmi, Kampung Balik Batu (Melaka); Teluk Kemang (Negeri Sembilan); Bukit Melawati (Selangor); Pulau Angsa (Selangor); Bukit Jugra (Selangor), Pantai Pasir Panjang (Perak); Pantai Aceh (Pulau Pinang); Kampung Pulau Sayak (Kedah); Pemandangan Indah, Pulau Langkawi (Kedah); Menara Alor Setar (Kedah).
Selasa, 3 Ogos 2010
Khamis, 29 Julai 2010
Masyaallah..Baru Aku tahu rupanya ada kubur diatas kubah Masjid Nabawi itu..
"

SUBHANALLAH, ini adalah sebuah keajaiban yang terjadi sekitar 90 tahun yang lalu.Diriwayatkan oleh Sheikh Al-Zubaidi:
Ada seseorang mencoba untuk menghancurkan Kubah Nabi Muhammad SAW-- kubah warna hijau di Masjid Al Nabawi (Gumbad-e-Khizra) Madinah, yang juga menjadi tanda tepat di bawahnya terdapat makam Rasulullah SAW--. Namun, ketika sang pelaku mencoba memanjat kubah tersebut untuk memulai menghancurkannya, tiba-tiba petir kilat datang menghantamnya. Pendaki yang berniat jahat tersebut pun tewas di tempat. Anehnya tidak ada seorang pun yang mampu menghilangkan tubuhnya dari atas Kubah tersebut!
Ia juga mengatakan bahwa seorang yang saleh dari Madinah mendengar suara dalam mimpinya, bahwa tidak ada yang dapat mengambil mayat dari atas kubah itu dan bahwa ia harus dikuburkan di sana sebagai peringatan dan pelajaran bagi orang-orang yang mungkin memikirkan berusaha untuk menghancurkan kubah itu di masa depan!
Akhirnya, mereka memutuskan untuk menguburkan orang itu di sana, di atas kubah dan menutupi tubuhnya dengan kotak hijau sehingga tidak akan terlihat oleh orang.
"Bila ALLAH makbulkan d0amu, maka DIA menyayangimu, bila DIA lambat makbulkan d0amu, maka DIA ingin mengujimu, bila DIA tidak makbulkan d0amu, maka DIA merancang sesuatu yang terbaik untukmu. 0leh itu, sentiasalah bersangka baik pada ALLAH dalam apa jua keadaan...kerana kasih sayang ALLAH itu mendahului kemurkaanNya" Wallahua'lam. Read more...
Jumaat, 23 Julai 2010
KUBUR ISLAM KE KRISTIAN NI ?
Seorang Ustaz dari Malaysia telah berkunjung ke Indonesia (Sumatera) di atas jemputan salah seorang penduduk kampung disana untuk memberikan ceramah di salah sebuah Masjid. Beliau terkejut apabila melihat kawasan perkuburan di kampung berkenaan.
Beliau bertanya pada penduduk kampung berkenaan "Mengapa kubur umat Islam dan kafir disemadikan bersama?".
Jawap penduduk kampung - "Tak kan Malaikat tak tau nak bezakan mana Islam, mana kafir."









